SUMENEP, koranmadura.com – Bangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera) di Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat ini kosong melompong. Padahal sebelumnya bangunan itu sudah ditempati oleh para pedagang.
Pantauan di lokasi, bangunan senilai Rp 1,4 miliar itu dibiarkan lengang. Tak ada aktivitas jual beli. Sejumlah gerobak pedagang terlihat berjejer di luar maupun pinggir bangunan, Sabtu, 8 Juli 2017.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sepertinya belum mengetahui kondisi terbaru Pujasera. Itu terlihat dari respons Sekretaris Daerah (Sekda) Hadi Soetarto. “Pujasera sudah kosong? Masak? Pedagangnya keluar semua, ya?” katanya, heran.
Dia mengaku akan menindaklanjuti kabar yang baru diterimanya itu. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep ini mengaku akan berkomunikasi dengan instansi terkait, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat untuk mengetahui penyebabnya. “Nanti akan kami komunikasikan dengan Kadisperindag,” ujarnya.
Pujasera di sebelah utara Lapangan Giling itu dibangun tahun lalu. Bangunan tersebut disiapkan bagi PKL eks Taman Bunga yang direlokasi sekitar pertengahan 2016.
Tak hanya itu, di tahun yang sama pemerintah juga membangun kios bagi pedagang sepeda pancal dan kios konveksi. Secara berurutan, anggaran untuk dua unit bangunan tersebut masing-masing Rp 1,7 miliar dan Rp 400 juta. (FATHOL ALIF/RAH)