SUMENEP, koranmadura.com – Serapan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) 2017 tahap pertama, di empat desa, di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih minim.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Ach Masuni, tidak menjelaskan keempat desa tersebut. Sungguh pun begitu, dia hanya menyebutkan keempatnya tersebar di tiga kecamatan, masing-masing satu desa di Kecamatan Guluk-Guluk, satu desa di Kecamatan Masalembu, dan dua desa di Kecamatan Kalianget.
Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan itu, salah satu faktor lambannya serapan itu disebabkan oleh perubahan pucuk pimpinan desa. “Karena kepala desanya masih baru,” ungkapnya.
Saat ini, kata Masuni, anggaran DD yang masuk ke kas desa sebesar Rp 158 miliar atau setara 98 persen, sementara untuk bantuan ADD sebesar Rp 73 miliar atau setara 99 persen dari total anggaran.
Oleh karenanya, dia berharap semua desa, utamanya empat desa itu segera merealisasikan sesuai peruntukannya. Berpedoman pada aturan, bulan ini realisasi DD ataupun ADD 75 persen harus terserap semua. “Itu harus dibuktikan oleh laporan desa ke kami,” jelasnya.
Masuni mengingatkan agar penggunaan DD-ADD direalisasikan secara transparan. Salah satunya, desa harus memasang papan di setiap pekerjaan fisik. “Anggaran tersebut jangan sampai disalahgunakan oleh aparat desa baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok tertentu di masing-masing desa,” ujarnya. (JUNAIDI/RAH)