SUMENEP, koranmadura.com – Bupati LIRA Sumenep, Hariyono mengancam akan melaporkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Ketapang dan Peternakan) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kepada penegak hukum.
Laporan itu berkaitan dengan dugaan pungutan liar (pungli) program wirausaha tahun 2017 dan bantuan sapi yang disinyakir fiktif tahun 2017. “Yang namanya pungutan apalagi bantuan fiktif itu masuk pidana. Makanya kami akan laporkan kepada penegak hukum,” kata Haroyono.
Saat ini pihaknya telah mengantongi bukti awal berupa pengakuan dan juga surat pernyataan dari salah satu penerima bantuan wirausahawan muda. Untuk bantuan sapi mereka mengantongi bukti berupa keterangan atau pengakuan dari beberapa penerima berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan.Bantuan sapi itu dikucurkan pada tahun 2016 dengan pagu anggaran sekitar Rp250-300 juta yang bersumber dari APBN.
“Ada empat orang yang dimintai uang Rp1 juta oleh oknum Dinas Ketapang dan Peternakan, dia dijanjikan mendapatkan bantuan penguatan modal sebesar Rp2,5 juta. Sementara untuk bantuan sapi ada dua penerima yang diduga difiktifkan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keseriusan, lanjut mantan aktivis PMII Pamekasan, itu saat ini telah menyusun laporan yang bakal disampaikan kepada penegak hukum. ” Biarkan saja nanti hukum yang berbicara. Kalau laporan sudah masuk kan apa kata polisi nanti,” tegasnya.
Sayangnya, Kepala Dinas Ketapang dan Peternakan Edy Sutrisno terkesan menghindar dari media. Meskipun lama ditunggu di depan kantornya, mantan Kadishutbun itu tidak keluar dari ruang kerjanya.
“Tadi saya kedalam, dia mengatakan ini perlu sama situ sudah ketemu Bapak Heru saja. Itu katanya pada saya,” kata Sekretaris Dinas Ketapang dan Peternakan Abd Syukur.
Saat ditanya soal dua tuntutan peserta audiensi, pihaknya mengaku tidak bisa menjawab karena bukan kewenangannya. Pihaknya membenarkan bahwa surat audiensi telah diterima sejak beberapa waktu lalu. “Kalau itu saya tidak tahu. Kalau suratnya ada,” ujarnya landai.
Sebelumnya sejumlah aktivis yang tergabung dalam Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, ngamuk di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Ketapang dan Peternakan) setempat, Rabu, 19 Juli 2017. Karena tidak ditemui, mereka ngamuk hingga satu pot bunga di depan kantor dinas pecah. (JUNAIDI/MK)
https://www.koranmadura.com/2017/07/19/kadis-ketapang-dan-peternakan-ngumpet-lira-ngamuk/