SUMENEP, koranmadura.com – Maraknya isu ISIS sudah masuk ke wilayah Madura, Jawa Timur, sejak beberapa waktu lalu, jadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini diingatkan agar tidak terlibat paham radikal tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Hadi Soetarto mengatakan ASN yang terlibat ISIS misalnya, akan diberikan sanksi. “Tentunya akan disanksi setelah melalui proses. Prosesnya apa? Ya, hukum acara,” kata Atok, sapaan akrab Sekda, Jumat, 7 Juli 2017.
Dia menjelaskan berat-ringannya sanksi disesuaikan dengan kadar kesalahannya. Berdasarkan hasil pantauan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapppeda) Sumenep ini, ASN di lingkungan kabupaten paling timur Pulau Madura masih aman.
“Sampai sekarang masih belum ada informasi ASN yang mengarah ke sana. Biasanya kalau memang ada, pasti ada informasi yang disampaikan sebelumnya. Tapi sampai sekarang belum ada informasi seperti itu,“ tambahnya.
Atok mengaku akan membawa masalah ancaman ISIS ini ke forum pimpinan daerah (Forpimda). “Setiap bulan pemerintah daerah juga ada rapat Kominda (komunitas intelijen daerah). Nanti akan disampaikan di sana,” ujarnya. (FATHOL ALIF/RAH)