SUMENEP, koranmadura.com – Audiensi para kontraktor, usai melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditemui langsung wakil bupati setempat, Achmad Fauzi, Senin, 24 Juli 2017.
Tudingan para kontraktor yang tergabung dalam forum kontraktor Sumenep, terkait proses lelang di LPSE yang dinilai tak transparan, ditanggapi Wabup setempat. “Nanti kami evaluasi secara intern pihak-pihak yang selalu dicurigai. Baik itu LPSE, ULP, Pokja, bahkan dinas terkait biar tidak selalu ada kecurigaan,” katanya usai menemui para kontraktor.
https://www.koranmadura.com/2017/07/24/minta-proses-lelang-transparan-forum-kontraktor-sumenep-demo-kantor-pemkab/
Sementara terkait permintaan para kontraktor agar LPSE membuka kembali dokumen penawaran pemenang lelang, Fauzi mengaku akan membicarakannya terlebih dulu dengan pihak LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).
“Kalau memang bisa buka, kami buka. Artinya, kami memang tidak ada permainan. Nanti kami buka untuk membuktikan bahwa kami transparan,” tambah orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu.
Wabup meyakini LPSE dan ULP Sumenep bersih karena selama ini ia mengaku selalu berkomunikasi dengan Ketua LPSE Agus Dwi Saputra. “Pak Agus memastikan bahwa LPSE dan ULP bersih. Silakan dicek. Kalau kontraktor minta dibuka kembali, nanti kami buka. Tapi harus ada izin dulu dari LKPP,” tegasnya.
Mengenai tudingan bahwa pemenang lelang hanya dimonopoli oleh orang-orang tertentu saja, Wabup mengaku baru tahu. “Saya baru tahu sekarang karena saya baru satu tahun. Nanti saya evaluasi dulu,” ujarnya.
Seperti diketahui, sejumlah kontraktor melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Sumenep. Mereka menilai proses lelang di LPSE tidak transparan. (FATHOL ALIF/RAH)