SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah masyarakat di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur menikmati listrik dari Kabupaten Pamekasan.
“Cukup banyak warga yang menyambung listrik dari Pemekasan. Ada sekitar 100 pelanggan lebih, terutama di Dusun Tonunggul,” kata Ahmadi, warga setempat, Rabu, 11 Juli 2017.
Dikatakan, semua pembiayaan penyambungan ditanggung oleh pemohon. “Biayanya cukup besar, sekitar Rp 3,5 jutaan. Karena termasuk bayar secara mandiri,” jelasnya.
Sebenarnya, kata Ahmadi, sekitar tahun 2012 lalu diinformasikan kepada masyarakat jika akan dibangun jaringan listrik. Namun, rencana tersebut baru terealisasi pada awal tahun 2017. Saat ini pemasangan tiang dan kabel jaringan masih dalam proses penyelesaian. “Dulu anggarannya kalau tidak salah Rp 700 juta dan dilakukan oleh dua CV. Saat ini data itu masih kami simpan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menseriusi pengembangan jaringan listrik di daerah Pasongsongan, utamanya di Desa Montorna. Bagi masyarakat, listrik sangat dibutuhkan guna memajukan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, A Masuni belum bisa dikonformasi, karena saat dihubungi teleponnya tidak aktif. Sebelumnya, Masuni menyatakan, tahun ini pemerintah daerah telah menganggarkan Rp 7 Miliar untuk penambahan jaringan listrik PLN ke tiga Kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Tiga wilayah Kecamatan yang akan segera teraliri jaringan listrik PLN tersebut, yakni satu wilayah di daratan Sumenep, tepatnya di Kecamatan Batang-Batang dan dua wilayah kepulauan, yaitu di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean dan Kecamatan Giligenting, Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep.
Anggaran perluasan jaringan listrik PLN sebesar Rp 7 Miliar, dibagi tiga wilayah dengan membagi sesuai besaran dan kebutuhannya. Untuk Kecamatan Batang-Batang Rp 400 juta, Kecamatan Giligenting Rp 5 Miliar dan untuk anggaran di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, sekitar Rp 1 Miliar. (JUNAIDI/RAH)