SUMENEP, koranmadura.com – Untuk meningkatkan kedisiplinan aparatur sipil negara di lingkungan kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sejak 2016 lalu pemerintah setempat berencana menerapkan absensi online. Hanya saja hingga sekarang realisasinya masih jauh panggang dari api.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Titik Suryati, mengatakan, rencana penerapa absensi online itu tetap akan dilaksanakan oleh pemerintah. Pengadaan alatnya juga sudah dilaksanakan.
Selain pengadaan alat, perekaman sidik jari dari iris mata juga telah dilakukan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wilayah daratan. Sedangkan di kepulauan belum tersentuh. Kemungkinan masih bulan depan.
“Kalau untuk pemasangan alatnya juga seudah dilaksanakan, terutama di tingkat dinas. Karena untuk pemasangan alatnya juga harus singkron dengan server yang ada di kita (BKPSDM),” ungkapnya.
Perempuan yang akrab disapa Titik iti optimis, penerapan absensi online bisa efektif tahun ini. Dia menarget Oktober sudah bisa diterafkan, dengan catatan pemasangan jaringan oleh instansi terkait selesai.
“Kalau pembangunan jaringannya belum terbangun, ya belum bisa online. Tapi untuk alatnya sudah bisa digunakan. Sekarang di dinas yang alatnya sudah terpasang sudah bisa digunakan,” pungkasnya. (FATHOL ALIF)