SUMENEP, koranmadura.com – Sekolah dasar negeri (SDN) Pragaan Laok I, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga melanggar sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2017.
Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Badrul R Rozy mengatakan seharusnya sekolah binaan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat itu menerima siswa sebanyak 56 siswa, namun faktanya menerima sebanyak 67 peserta didik baru. Kasus ini terungkap setelah DPKS melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu, 2 Agustus 2017.
“Karena melebihi pagu yang ditetapkan, sekolah itu terpaksa harus membuka tiga rombel. Padahal sesuai aturan hanya dua rombel,” kata Badrul R Rozy.
Menurutnya, sistem zonasi itu diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 Tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA, SMK atau bentuk lain yang sederajat, sebagaimana Peraturan Kepala Dinas Nomor 01 Tahun 2017 tentang PPDB jenjang TK, SD, SMP, SMA atau bentuk lain yang sederajat. Akibat melabrak aturan itu, banyak sekolah dasar lain mengalami kekurangan murid.
Dia mengatakan saat pihaknya datang, kepala sekolah itu, Mahfud sedang mengikuti sosialisasi di luar sekolah. Kehadirannya hanya disambut stafnya.
“Pengakuan Amir Hamzah, selaku staf ahli SDN Pragaan Laok I, tidak pernah menerima SE atau juknis dari dinas, sehingga tidak tahu sekolahnya hanya dibatasi dua pagu, karena sesuai permohonan awal mengajukan sebanyak tiga pagu,” jelasnya.
Badrul mengaku heran karena selama proses PPDB, tidak satu pun petugas Disdik melakukan peninjauan. “Setelah kami kroscek di buku tamu baru tanggal 21 Juli 2017 Mursalin selaku pengawas datang ke sana. Tujuannya untuk monitoring PPDB. Tapi, saat ini Mursalin sudah dipindahtugaskan,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat pihaknya mengaku akan merekomendasikan temuan tersebut ke Bupati Sumenep agar ditindaklanjuti. “Laporannya sedang kami susun. Nanti akan kami sampaikan ke Bupati,” jelasnya.
Sementara itu, Mahfud membenarkan tudingan tersebut. Kendati demikian, tindakan yang dilakukan telah disosialisasikan kepada wali siswa. “Besok akan kami kumpulkan wali siswa. Nanti kelebihan siswa itu akan kami distribusikan,” katanya. (JUNAIDI/RAH)