SAMPANG, koranmadura.com – Memasuki musim kemarau, sebanyak 24 titik sumber mata air yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Kabupaten Sampang mulai mengalami penurunan volume debit air hingga 30 persen. Akibatnya, suplai air ke pelanggan juga terjadi penurunan hingga 10 persen.
“Iya memang benar, memasuki musim kemarau sekarang ini, semua titik sumber mata air volume debitnya mengalami penurunan hingga kisaran 25-30 persen,” ucap Direktur Utama PDAM Trunojoyo Kabupaten Sampang, Achmad Fauzan, Selasa, 29 Agustus 2017.
Penurunan volume debit air, katanya, murni faktor alam, meski ada juga karena beberapa faktor teknis lain yang menyebabkan turunnya debit air ke pelanggan PDAM, seperti jaringan listrik padam, mesin pendorong mati, jaringan pipa yang bocor atau terjadi penyempitan karena akar tumbuhan yang tertanam di dalam tanah.
“Ya berbeda ketika terjadi kemarau basah yang hanya mengalami penurunannya hanya 5 persen. Kalau musim kemarau itu, sudah mengalami penurunan di titik sumber, kebutuhan air di pelanggan juga mengalami peningkatan hingga 10 persen,” bebernya. (MUHLIS/MK)