SURABAYA, koranmadura.com – Sebanyak dua jemaah calon haji dari dari Jawa Timur yang berangkat dari embarkasi Surabaya batal berangkat ke tanah suci. Keduanya meninggal dalam perawatan media di Rumah Sakit Haji Surabaya, Selasa (2/8/2017) dini hari.
Mereka adalah Samsul bin Tasir (70), asal Desa Kedung Pring, Kecamatan Mayong, Kabupaten Lamongan, dan Sunyoto bin Satawi (65) asal Kecamatan Sukosari, Kabupaten Trenggalek.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya, Muhammad Budi Hidayat, mengatakan, Samsul bin Tasir masuk Asrama Haji Surabaya pada Selasa sore kemarin.
“Almarhum harusnya berangkat ke Tanah Suci hari ini,” katanya, Rabu siang.
Menurut dia, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit paru obstruktif kronik dan hipertensi. Selasa malam, Samsul bin Tasir mengalami sesak nafas di kamarnya dan langsung dievakuasi ke RS Haji, lalu dinyatakan meninggal pukul 02.30 WIB.
“Jenazah sudah dibawa pulang keluarganya dan sudah dimakamkan,” ucapnya.
Sementara itu, Sunyoto bin Satawi meninggal dalam perawatan di RS Haji Surabaya pukul 05.30 WIB tadi pagi. Dia sudah datang ke asrama pada 29 Juli lalu, dan rombongannya sudah terbang ke tanah suci pada 30 Juli lalu.
“Almarhum punya riwayat penyakit malignant neoplasma tongue, atau kanker yang tumbuh di dalam mulut,” katanya.
Total jemaah calon haji dari embarkasi Surabaya yang meninggal hingga hari ini ada 6 orang. 3 orang meninggal di daerah asal sebelum masuk ke asrama haji, 2 orang meninggal setelah masuk di asrama haji, dan seorang lagi meninggal di Madinah atas nama Umi Nadhiroh Yunus Husein (71). (KOMPAS.com)