SUMENEP, koranmadura.com – Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, harga garam petani mulai merosot. Sebelumnya sempat melejit hingga Rp 3 juta 800 ribu per ton. Sekarang menjadi Rp 3 juta per ton. “Turun Rp 800 ribu,” kata Hamid, salah seorang petani garam, warga Disa Kertasada.
Merosotnya harga garam diakui juga oleh Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sumenep, Agus Eka Haryadi. Hanya saja, menurutnya, harga garam menyusut tidak terlalu tajam. “Terkait harga garam, berdasarkan informasi yang kami terima, sekarang memang ada penurunan, dari sebelumnya sekitar 3 juta 500 ribu, sekarang menjadi 3 juta 200 ribu,” katanya.
Penyebabnya, kata Agus, pemerintah melakukan impor garam sebanyak 75 ribu ton dari Australia. Selain itu, seiring dengan membaiknya cuaca, hasil produksi garam mulai banyak, sehingga otomatis mempengaruhi harganya.
Disperindag mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengendalikan harga garam, karena impor garam itu merupakan kebijakan pemerintah pusat. “Kita sebatas memantau perkembangan harga saja,” tambahnya. (FATHOL ALIF/RAH)