SAMPANG, koranmadura.com – Salah seorang guru garis depan (GGD) asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Agus Salim mengaku akan mengajar tingkat sekolah dasar (SD) di daerah terpencil di Sampang.
“Saya bertugas di Desa Ombul, Kecamatan Kedungdung, karena tujuan dari pengiriman GGD ini untuk meningkatkan mutu pendidikan yang merata di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal. Rata-rata satu sekolah akan diisi dua GGD,” katanya, usai menerima SK Bupati.
Dia mengaku akan melakukan persiapan secara matang, di antaranya tentang konsep pembelajaran. “Sempat melakukan survei ke sekolah di Kecamatan Kedungdung, ternyata masih banyak anak SD dan masyarakat setempat yang kesulitan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia,” tuturnya.
Sementara Kabid Informasi dan Pembinaan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kabupaten Sampang, Suyono mengatakan, dari 74 CPNS GGD yang akan mengabdi di Kabupaten Sampang, hanya tiga di antaranya yang asli dari Sampang. Sedangkan sisanya berasal dari luar pulau, seperti Jakarta dan Ponorogo.
“Puluhan GGD itu akan mulai aktif bekerja pada September mendatang. Dan itu tesnya dilaksanakan di pusat pada 2016 lalu,” paparnya. (MUHLIS/RAH)