SUMENEP, koranmadura.com – Mendekati Hari Raya Idul Adha, 1 September 2017 mendatang, harga hewan kurban disejumlah pasar hewan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merangkak naik.
Dibandingkan hari-hari sebelumnya, kenaikan hewan kurban berkisar antara 30-40 persen. “Sudah sepekan terakhir alami kenaikan,” kata salah satu pembeli Abdus Samad, saat ditemui di Pasar Hewan di Jalan Pahlawan Sumenep, Senin, 21 Agustus 2017.
Pria asal Kabupaten Pamekasan itu mengungkapkan terpaksa mencari hewan kurban di daerah Kabupaten Sumenep. Permintaan hewan kurban tahun ini membeludak, sementara pengiriman di Pamekasan alami penurunan. “Permintaan hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Ada calon pembeli yang sudah pesan 250 ekor,” tegasnya.
Melonjaknya harga juga diakui oleh Ahmad Jiadi. Pedagang kambing asal Kecamatan Lenteng itu mengatakan,kenaikan harga mencapai Rp300 ribu perekor. Sedangkan untuk kambing jenis etawa mencapai Rp500 hingga 700 ribu perekor, dan jenis kambing kaligesing mencapai Rp700 ribu hingga 1 juta perekor.
”Yang semula harganya hanya Rp1,3 juta saat ini bisa mencapai Rp1,7 juta per ekor. Sedangkan untuk kambing jenis etawa mencapai Rp2,7 juta hingga Rp3,5 jutaan,” katanya.
Menurutnya, melonjaknya harga kambing tahun ini bukan yang pertama kalinya, melainkan setiap mendekati hari raya kurban, sudah bisa dipastikan harga hewan kurban mengalami kenaikan. “Ke depan harga hewan kurban pasti terus naik hingga H-1 Lebaran,” jelasnya.
Terpisah Ketua Peguyuban Pedagang Sapi dan Kambing, Sumenep Samauddin tidak menampik hal itu. Menurutnya, naiknya harga dipicu banyaknya permintaan dari konsumen.
”Semakin banyak permintaan konsumen, maka akan berdampak pada harga. Apalagi ketersediaan barang sangat terbatas, seperti hewan kurban, itu sudah hukum ekonomi,” jelasnya.
Sementara penjualan, kata Samauddin, masih relatif lancar. Sistem penjualan di Sumenep dilakukan oleh pedagang dengan cara bertransaksi dengan konsumen langsung. Baik dengan cara memesan sebelumnya atau dengan cara konsumen datang ke tempat pembelian hewan kurban.
Untuk saat ini di Sumenep belum ada sentral peternak sapi maupun kambing. Sementara waktu, hanya pedagang biasa yang menampung hewan kurban sejak beberapa bulan sebelumnya.
”Untuk penjualan hewan kurban biasanya hingga hari H Lebaran Idul Adha. Biasanya pedagang mengantarkan pesanannya setelah selesai Shalat Id,” tandasnya. (JUNAIDI/MK)