SUMENEP, koranmadura.com – Jelang pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, seorang jemaah haji asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikabarkan harus dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Seorang jemaah haji asal Sumenep yang harus dirawat di KKHI itu ialah Sri Hati Hosni, perempuan, warga Desa Kebondadap Barat, Kecamatan Saronggi.
Namun demikian, menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Moh. Rifa’i Hasyim, berdasarkan koordinasi dengan petugas haji yang ada di Tanah Suci, yang bersangkutan diprediksi tetap bisa melaksanakan wukuf.
Hasyim menuturkan, Sri harus dirawat di KKHI karena sebelum berangkat yang bersangkutan sempat operasi ginjal. “Ketika di sana (Tanah Suci) mungkin ada keluhan, makanya harus mendapat perawatan intensif,” tambahnya.
Sementara jemaah haji lainnya, menurut mantan Kasi Pendma Kemenag Sumenep itu tidak ada masalah dengan kesehatan. Meskipun ada beberapa jemaah yang menderita batuk. “Tapi itu memang biasa terjadi,” ujar Hasyim.
Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, sebagai puncak pelaksanaan haji, akan dilaksanakan 9 Dzulhijjah 1438 Hijriyah atau diperkirakan jatuh pada Kamis, 31 Agustus 2017.
Jelang pelaksaan puncak haji tersebut, seluruh jemaah haji dihimbau menjaga kesehatan dan tidak mengerjakan kegiatan-kegiatan tak begitu penting yang sekiranya dapat menguras banyak tenaga. Agar pelaksanaan wukuf bisa berjalan lancar. (FATHOL ALIF/FAIROZI)