SAMPANG, koranmadura.com – Pembina Haryono Center, Haryono Abdul Bari mengatakan, selama Fadhilah Budiono memimpin Sampang pada periode 1995-2000 dan 2001-2006, banyak meninggalkan jejak tidak baik.
Ia mencontohkan carut-marutnya aset negara diantaranya eks tanah percaton, aset bangunan dan fasilitas umum (fasum), dan keberadaan data aset serta realisasinya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Haryono Center telah berkirim surat ke DPRD Sampang, untuk membicarakan hal tersebut. “Kami tujukan surat pertemuan itu untuk mengupas tuntas bobroknya pengelolaan aset daerah ini. Karena DPRD yang bertanggung jawab atas legal aturan yang akan dijalankan oleh Pemkab,” katanya, Selasa, 29 Agustus 2017.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I DPRD Sampang, Fauzan Adima mengatakan, surat masuk dari lembaga sosial Haryono Center ke pimpinan DPRD sekitar pukul 9.30 wib, Senin, 28 Agustus 2017 kemarin.
“Saya sendiri yang menerimanya. Oleh karenanya kami akan lanjutkan ke komisi I dan II untuk segera melakukan audiensi dengan Haryono Center. Mungkin minggu ini atau setelah Lebaran nanti,” paparnya.
Katanya, pihak Haryono Center akan menanyakan mengenai carut-marutnya aset di wilayah Sampang.”Kami menyambut baik karena masih ada orang yang peduli terhadap kabupaten yang kita cintai ini,” pungkasnya. (MUHLIS/MK)