SUMENEP, koranmadura.com – Krisis air bersih di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kian meluas. Kini melanda warga Desa Pinggir Papas dan Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget.
Mereka terpaksa mengambil air bersih dari bocoran pipa utama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Mereka rela antre meskipun menunggu lama hingga berjam-jam.
Saed (39) warga Desa Pinggir Papas mengatakan krisis air di dua desa itu sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Karena air PDAM yang mengalir ke rumah warga mati. “Sudah lima hari PDAM mati,” katanya, Kamis, 25 Agustus 2017.
Menurutnya, mereka terpaksa mengambil air dari bocoran pipa utama milik PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. “Baik itu digunakan untuk wudhu’, mandi, memasak dan untuk minum,” jelasnya.
Dilain pihak, Durahman, warga Desa Pinggir Papas mengaku tidak tahu menahu kenapa saluran air yang disediakan oleh Pemerintah Daetah itu mati. Sebab, kejadian serupa kali ini bukan yang pertama kalinya, melainkan tahun sebelumnya pernah terjadi.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta menejemen PDAM yang merupakan salah satu BUMD Sumenep segera diperbaiki. Sehingga kebutuhan air bersih tercukupi. “Jangan hanya bayaran yang ditekan, pelayanan kepada masyarakat juga lebih dioptimalkan lagi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala PDAM Sumenep Sih Purwadianto membenarkan hal itu. Bahkan, dirinya telah komonikasi dengan Forpimda Kecamatan Kalianget serta Kepala Desa terdampak. “Betul, itu karena ada saluran pipa yang bocor di Saronggi. Sast ini masoh dalam tahap perbaikan,” katanya.
Dikatakan, perbaikan yang dilakukan membutuhkan waktu yang agak lama, karena tingkat kerusakannya tergolong tinggi. Selain harus izin kepada Pemerintah Pusat karena jalan nasional, juga diakibatkan ada cor yang ditas pipa tersebut.
Salah satu faktor kerusakan itu akibat adanya pelebaran jalan, sehingga pipa yang terpendam dengan kedalaman sekitar tiga meter itu pecah akibat tidak kuat menehan tonase muatan yang sering melintas di jalur tersebut. “Sekitar 80 hingga 100 meter yang rusak,” jelasnya.
Saat ini, kata Purwadianto perbaikan terus dilakukan. Jika tidak ada halangan besok perbaikan selesai, karena hari ini direncanakan memulai pemasangan pipa baru. “Perbaikan dilakukan siang dan malam. Jika pemasangan pipa selesai hari ini, besok sudah normal kembali. Doakan semoga perbaikan berjalan lancar,” tandasnya. (JUNAIDI/FAIROZI)