PAMEKASAN, koranmadura.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap dana desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menimbulkan rasa trauma bagi masyarakat, utamanya di Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Masyarakat tampak ketakutan saat melihat petugas mengenakan rompi mendatangi rumahnya. Padahal, yang datang petugas sensus yang turun ke desa-desa untuk melakukan pendataan.
Hal itu disampaikan Mu’arif. Menurutnya, saat ini pihaknya sangat kesulitan melakukan wawancara dengan penduduk.
“Kami maklum, karena mereka (warga) tidak tahu, kalau yang datang petugas sensus. Begitu melihat kami datang, warga langsung berusaha menghindar. Mereka trauma dan takut kalau ditanya-tanya,” kata petugas sensus yang bertugas di wilayah Pademawu ini.
Menurut pria asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan ini, sebelum ada OTT, pihaknya mudah mewawancarai masyarakat. Kedatangannya di rumah penduduk tidak menimbulkan rasa ketakutan, namun sekarang penduduk tertutup.
“Karena saat melakukan pendataan kami memakai rompi agar mudah dikenali. Sejak peristiwa OTT, malah kami dikira petugas dari KPK. Makanya, banyak penduduk yang pura-pura tidak di rumahnya,” ucapnya. (ALI SYAHRONI/RAH)