PAMEKASAN, koranmadura.com – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura yang berkerja di sejumlah negara tidak bisa dihitung jumlahnya, sebab sebagaian besar bekerja di luar negeri dengan cara tidak sesuai prosedur atau ilegal.
Hal itu disampaikan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan, Donny Eydo. Pihaknya tidak mengetahui jumlah total TKI asal Madura.
“Kami tidak bisa mengira-ngira berapa orang Madura yang bekerja jadi TKI. Karena, yang terdata hanya TKI yang melalui jalur resmi atau sesuai prosedur. Kalau yang ilegal sulit diketahui jumlahnya,” kata Donny.
Lanjut pria asal Jakarta ini, banyaknya orang Madura yang jadi TKI ilegal karena ingin cepat bekerja dan enggan mengikuti pelatihan sebelum bekerja ke luar negeri. Padahal, jadi TKI ilegal sangat besar resikonya.
“Modusnya, mereka (TKI Ilegal-red) masuk ke negera tujuan dengan menggunakan visa kunjungan, tapi kemudian disalahgunakan dengan bekerja disana,” ungkapnya. (ALI SYAHRONI/FAIROZI)