SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengklaim bahwa hewan yang diperjualbelikan untuk kurban aman atau tidak berpenyakit.
Kepala DKPP melalui salah satu petugas kesehatan hewan, Zulfa mengungkapkan, sejak beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pengawasan hewan. “Pengawasan sudah kita laksanakan. Rata-rata tidak ada masalah,” katanya.
Kalaupun ada beberapa hewan kurban yang batuk, baik sapi atau kambing, menurutnya bukan terserang penyakit tapi karena faktor debu. “Kan, sekarang panas. Jadi banyak debu,” lanjutnya.
Menurut dia, pengawasan hewan kurban dilakukan sejak sekitar satu minggu lalu. Pengawasan dilakukan salah satunya di tempat-tempat penampungan hewan. Di Kecamatan Kota, tempat penampungan hewan kurban di antaranya di Jl. Lontar dan Jl. Urip Sumoharjo.
Rencananya pengawasan hewan kurban itu akan dilakukan sampai H-1 Idul Adha, terutama di tempat-tempat penampungan di wilayah kota. Sementara untuk ke Kecamatan-kecamatan, petugas mengalami kendala.
“Kalau di Kecamatan kita tidak bisa memonitoring seperti di tempat-tempat penampungan (di Kecamatan Kota). Karena kalau di Kecamatan tidak ada penampungannya. Biasanya, kalau sudah hari H, kita baru tahu kalau hewan itu akan dikurbankan,” tuturnya. (FATHOL ALIF/FAIROZI)