SAMPANG, koranmadura.com – Penyerapan beras sejahtera (rastra) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini masih 15 persen dari pagu sebanyak 1.792.680 kilo gram.
Hal ini diungkapkan salah seorang Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ahmad Nawardi. “Sampai Juli penyerapan Bulog masih kurang maksimal yakni, hanya terserap 270.600 kilo gram. Akibat ini pula gudang Bulog menjadi overload,” ucapnya, di Sampang, Selasa, 1 Agustus 2017.
Dia menyatakan data yang dikantonginya, Bulog di Sampang berkapasitas 1800 ton beras, namun ternyata hanya mampu menampung beras sebanyak 1000 ton. “Kami minta pihak Bulog Jatim segera melakukan evaluasi. Kondisi gudang Bulog Sampang juga terlihat rapuh. Akibat ini pula, ribuan ton beras akan cepat rusak dan mudah berkapang,” tuturnya.
Dia mengimbau kepala desa di wilayah tersebut secepatnya melakukan penyerapan rastra setiap bulan. Pihak Bulog juga diminta segera mendistribusikan rastra sesuai kuota dan kebutuhan di masing-masing desa.
“Jika kualitas berasnya layak dikonsumsi kan enak. Tapi, jika sebaliknya, maka segera kembalikan ke kepala desa maupun ke Bulog. Saya juga minta, jangan sampai ada pengurangan berat timbangan,” ucapnya.
Ketika dikonfirmasi, Kasub Divre Wilayah Madura, Syafaruddin Arief mengakui kapasitas gudangnya memang tidak mampu menampung 1800 ton. “Beras datang, langsung kami salurkan ke desa sesuai pagu agar tidak numpuk,” katanya.
Selain itu, dia menyangkal tudingan tersebut. Menurutnya, dari Januari hingga Juli, penyerapan rastra sudah melebihi 50 persen atau sekitar 9.761715 kilo gram. Sedangkan realisasi pagu rastra per bulan sebanyak 1.772.040 kilo gram.
“Sebagian besar sudah nebus. Tumpukan beras ini adalah stok beras kami. Jumlahnya tergantung, apabila banyak penebusan dari kepala desa, maka beras di gudang akan berkurang. Sebelum habis, kami akan mendatangkan,” terangnya.
Dia menjelaskan tebusan rastra Rp 1.600 per kilo gram. Per sak berisi sebanyak 15 kilo gram, sesuai standar penimbangan Bulog. “Apabila nanti ada kerusakan maupun ada yang merasa berkurang, segera kembalikan ke Bulog melalui kadesnya,” ucanya. (MUHLIS/RAH)