SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah peserta upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-72 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pingsan, Kamis, 17 Agustus 2017.
Bahkan salah satu dari peserta yang pingsan harus dibawa ke rumah sakit. Pasalnya, meski telah mendapat pertolongan pertama dari petugas kesehatan, yang bersangkutan tak kunjung sadarkan diri.
“Tadi sudah diberikan penanganan pertama dengan cara sepatu dibuka dan kakinya diangkat ke atas agar peredaran darahnya lancar. Tapi masih belum sadar juga. Akhirnya diserahkan ke rumah sakit,” kata salah seorang petugas kesehatan, Nur Jannah.
Dia menduga, peserta yang pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit karena kepanasan dan tidak sarapan sebelum ikut upacara. “Oleh temannya sudah diingatkan agar tidak upacara, tapi tetap ingin ikut upacara,” tambahnya.
Sementara salah seorang peserta lainnya yang juga pingsan, Aulia Putri, mengaku tidak tahan karena terlalu lama kepanasan. “Tadi tiba-tiba pusing,” katanya setelah sadar.
Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di halaman kantor Pemkab Sumenep. Dalam upacara tersebut, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menjadi Inspektur Upacara.
Meski ada beberapa peserta pingsan, namun upacara tetap berjalan hikmad. Proses pengibaran Bendera Merah Putih oleh siswa-siswi dari beberapa SMA di Sumenep juga berjalan lancar. Upacara diakhiri dengan penampilan drama kolosal berkudul Resimen Jokotole. (FATHOL ALIF/MK)