SUMENEP, koranmadura.com – Puluhan lampu penerang jalan umum (PJU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkesan dibiarkan mati. Puluhan PJU yang menggunakan pembangkit tenaga surya (PLTS) kabarnya sudah mati sejak tahun 2016.
Puluhan PJU itu tersebar di beberapa kecamatan, seperti Ambunten, Pasongsongan, Manding, sebagian Bluto, dan Kota tepatnya di sekitar monumen bronco Desa Kacongan.
Matinya PJU diduga karena akinya dicuri. Bahkan tiang dan solar cell juga jadi incaran pencuri seperti yang terjadi di Dusun Pandi, Desa Jabaan, Kecamatan Manding. Setidaknya enam unit tiang PJU sempat dirobohkan. Beruntung aparat desa setempat sigap dan mengamankan aset milik pemerintah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sumenep, Ahmad Masuni membenarkan hal itu. Namun sebagian PJU sudah diperbaiki, seperti sebagian PJU di sepanjang jalan nasional Kecamatan Saronggi dan Bluto. “Sekarang sudah hidup,” katanya.
Untuk menghidari pencurian aki, pemerintah daerah meletakan aki yang baru diposisi yang lebih tinggi. Selain itu tempat aki diberi kawat pengaman. “Kesadaran masyarakat (menjaga fasilitas umum) sangat minim dan harus disosialisasikan lagi,” tuturnya. (JUNAIDI/MK)