SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai melirik anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di sejumlah desa.
Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengatakan selain bersinergi dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, dan Dinas Sumber Daya Air, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta camat untuk mengatasi kekeringan dalam jangka panjang.
“DD dan ADD bisa juga, salah satu opsi pembangunan sarana dan prasananya, untuk penanganan bencana kekeringan,” ucapnya.
Krisis Air, Warga Dua Desa Ambil Air Bersih Dari Bocoran Pipa PDAM
Menurut mantan Sekretaris Bappeda Sumenep itu, hal tersebut perlu dilakukan karena kapasitas anggaran yang dimilikinya terbatas. “Kalau tidak begitu, sulit untuk bisa mencover kebutuhan masyarakat sepenuhnya,” tambah dia.
Seperti diketahui, pada musim kemarau kali ini, di Sumenep terdapat 37 desa tersebar di 13 kecamatan dinyatakan rawan kekeringan. Dari 37 desa itu, 15 di antaranya dikategorikan kering kritis. Sementara 22 desa lainnya kering langka.
Sejauh ini sudah ada 15 desa mengajukan permintaan droping air bersih kepada BPBD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti Desa Tanah Merah dan Langsar, Kecamatan Saronggi. (FATHOL ALIF/RAH)