SUMENEP, koranmadura.com – Pasca penangkapan lima orang terduga teroris di Bandung oleh Densus 88, salah satunya dikabarkan warga Sumenep, Madura, Jawa Timur, Polres Sumenep berusaha memastikan kebenaran informasi warganya tersebut.
Menurut Kapolres Sumenep Ajun Komisaris Besar Joseph Ananta Pinora, dia berasal dari kepulauan. Namun pihaknya masih melakukan verifikasi.
“Saat ini kami sedang melakukan verifikasi terhadap identitas fisik dan identitas administratif,” ujarnya, Rabu, 16 Agustus 2017.
Pinora menjelaskan verifikasi identitas fisik yang dimaksud ialah upaya kepolisian untuk memastikan apakah benar di Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, ada orang bernama AR, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 bersama komplotannya, atau tidak. Sedangkan verifikasi identitas administrasi ialah upaya kepolisian memastikan keaslian KTP AR. Verifikasi ini dilakukan polisi kepada instansi terkait di tingkat kabupaten.
Menurut Pinora, pihaknya telah mengirim tim ke Kecamatan Kangayan untuk melakukan verifikasi identitas fisik. “Nanti kami sampaikan kembali kepada rekan-rekan hasil verifikasi tim yang telah kami kirim,” tambah dia.
Selebihnya, Kapolres mengapresiasi penyergapan yang dilakukan Densus 88 kemarin. Sebab, informasi yang diterima pihaknya, kelompok terduga teroris itu akan melakukan serangan pada saat peringatan HUT RI ke-72.
“Dengan adanya penyergapan tersebut, berarti telah menggagalkan rencana plot teror yang akan mereka laksanakan. Dan dengan penggagalan ini berarti juga menyelamatkan nyawa orang-orang tak berdosa yang kemungkinan menjadi korban,” tambahnya. (FATHOL ALIF/RAH)