SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim menyebut tak sedikit oknum yang suka “menjual” pulau. Padahal ketika sudah diberi proyek, ternyata pekerjaannya tak maksimal.
Menurut orang nomor satu di lingkungan pemerintahan kabupaten (pemkab) Sumenep ini, salah satu persoalan yang terjadi di kepulauan kaitannya dengan infrastruktur, seperti pembangunan jalan, ialah sering tidak “beres” pelaksanaannya.
Busyro mengatakan banyak sekali jalan-jalan di kepulauan yang dibangun, namun tidak bertahan lama. Hanya di kisaran tiga sampai empat bulan sudah rusak.
“Saya sering marah-marah kepada teman-teman yang ada di kepulauan. Ayuk jangan main ‘jual’ pulau. Saya bilang begitu. Ini banyak orang hidupnya di kota, tapi ‘menjual’ pulau terus. Ketika diberi proyek, ternyata pekerjaannya tidak maksimal,” kata Bupati, Senin, 4 September 2017.
Bupati mengklaim, selama ini pihaknya sudah banyak menggelontorkan anggaran untuk pembangunan di wilayah kepulauan. “Cuma tentunya memang harus proporsional,” ujarnya. (FATHOL ALIF/RAH)