SAMPANG, koranmadura.com – H Patah (65), warga Dusun Batas, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas dibacok oleh tersangka Sudi (43) pada Minggu malam, 3 September 2017. Sementara motif pembunuhan diduga karena korban memiliki santet.
“Iya mas, motif sementara karena isu santet. Karena isu (santet) ini satu nyawa meninggal usai dibacok celurit,” ucapKapolres Sampang, AKBP Tofik Sukendar melalui Kasatreskrim AKP Hery Sutant, kepada koranmadura.com, Senin, 4 September 2017.
Hery menceritakan, pembacokan bermula saat istri pelaku mengalami sakit luar biasa hingga beberapa hari dan akhirnya meninggal dunia. Sebelum istrinya meninggal, pelaku memanggil korban untuk mengobati. Namun, istri pelaku meninggal sebelum korban sempat datang mengobati.
Korban yang tidak tahu bahwa istri pelaku sudah meninggal dunia tetap pergi ke rumah pelaku beserta anaknya H Manab al. H. Nurhasan (34). Namun setelah mengetahui istri pelaku meninggal dunia, akhirnya korban beserta anaknya meninggalkan rumah pelaku.
“Nah karena marasa sakit hati sama korban, pada pukul 19.00 wib, akhirnya pelaku mengejar korban dan membacoknya sampai korban mengalami luka bacok pada perut, pinggang, dan pada kaki kanan hingga meninggal di TKP. Anaknya korban yang melihat ayahnya jatuh usai dibacok lantas ikut melindunginya meski harus terluka akibat sabetan celurit pada bagian tangan dan saat ini sudah mendapat perawatan medis di RSUD setempat,” jelasnya. (MUHLIS/MK)