SAMPANG, koranmadura.com – Pembina Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Moh Hasan Jailani menyatakan Hari Aksara Internasional , yang diperingati setiap 8 September, merupakan momen yang tepat untuk menumbuhkan semangat belajar.
Menurutnya, berapa pun usianya, tidak perlu malu membudayakan membaca karena dapat menambah pengetahuan. “Semakin gemar membaca, baik melalui buku maupun gadget semakin bertambah pula wawasan yang kita dapatkan. Dan membaca patut menjadi budaya yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terlebih oleh masyarakat Sampang, ” ujarnya, Jumat, 8 September 2017.
Lanjut Tretan Mamak, sapaan akrabnya, upayakan memberikan ilmu pendidikan sejak dini. Agar kelak tidak menjadi buta aksara. “Anak-anak kita harus pintar dan cerdas sejak dini, karena memberinya ilmu adalah kewajiban bagi semua orangtua. Jangan sampai ada anak putus sekolah, karena pendidikanlah yang bisa memperkokoh upaya meraih masa depan. Indonesia harus lebih baik dari hari ini. Anak-anak kita adalah masa depan negeri ini,” terangnya.
Oleh karenanya, pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) wajib memfasilitasi warganya yang tidak mampu agar tidak putus sekolah. Tantangan bagi pemangku program Keaksaraan Fungsional agar buta aksara di Kabupaten Sampang teratasi. (MUHLIS/RAH)