SUMENEP, koranmadura.com – Suka-duka menyelimuti penjemputan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa, 26 September 2017. Bahkan ada salah seorang penjemput pingsan dan harus mendapat perawatan medis.
Perempuan yang masih mengenakan seragam SMA itu diduga sock karena tidak bisa bertemu dengan neneknya yang meninggal dunia di Tanah Suci pada 13 September 2017 lalu.
“Itu tadi (yang pingsan) yang meninggal di Mekkah embahnya. Dia cucunya,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Moh. Bakri, tanpa menyebut namanya.
Jemaah haji yang meninggal di Mekkah yang dimaksud ialah Ase Sukiman Kilir, warga Desa Beluk Raje, Kecamatan Ambunten. Perempuan berusia 77 tahun itu meninggal di Hotel Istambul Plaza Syisyah. Jenazahnya dikebumikan di Tanah Suci.
Sementara itu, salah seorang jemaah haji yang tergabung di kloter 58, KH. Imam Hasyim mengaku bersyukur karena bisa tiba di kampung halaman dengan selamat. Meskipun di satu sisi dia mengaku sedih dengan adanya jemaah yang meninggal di Tanah Suci.
“Tapi jemaah itu sudah menyelesaikan rukun haji dan jenazahnya disalatkan di Masjidil Haram sebelum dikebumikan di Jeddah,” ungkapnya.
Rombongan jemaah haji yang tergabung dalam kloter 58 tiba di kabupaten paling timur Pulau Madura sekitar pukul 15.30 WIB. Sesampainya di depan Masjid Agung Sumenep, jemaah yang diangkut dengan dua bus ini disambut haru para keluarga masing-masing. Sisanya, kloter 57 dijadwalkan masih akan tiba besok, Rabu, 27 September 2017. (FATHOL ALIF/RAH)