SAMPANG, koranmadura.com – 9 bulan sudah gaji 24 guru tenaga honorer daerah (honda) di Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak terbayarkan.Bila tidak mau memperpanjang penderitaan mereka, Pemkab setempat harus cepat mencarikan solusinya.
Asisten III Sekretariat Pemerintah Kabupaten Sampang, Moch Rochim Mawardi mengatakan pihaknya berencana akan mendatangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur pekan depan. Untuk menindaklanjuti desakan para guru honda di wilayahnya.
“Kemungkinan Senin atau Selasa depan ini, kami ke Surabaya lagi. Mau menanyakan apakah bisa menerima bantuan apa tidak. Di sana (Jatim) sudah PAK apa belum? Juga untuk mendapatkan jawaban persoalan ini,” katanya, Kamis, 21 September 2017.
Meskipun begitu, dirinya tidak berani berjanji apa-apa, karena pihaknya sekadar berupaya. “Nah, biasanya dua hari setelahnya akan ada jawaban (surat) dari Gubernur. Setelah ada suratnya, baru nanti semua pihak kami ajak duduk bareng, teman-teman honorer, BKP-SDM, Disdik, dan BP2KAD,” ujarnya.
Gaji tenaga honda itu tersendat karena ada pengalihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari Pemerintah Daerah ke Pemprov Jatim. Untuk besaran gaji guru honorer yang masuk kriteria honor daerah sebesar Rp 1 juta per bulan. (MUHLIS/RAH)