SAMPANG, koranmadura.com – Bupati Sampang, Fadhilah Budiono menyatakan akan tetap memberikan pelayanan kepada warganya, tak terkecuali kepada warga Syiah yang saat ini diungsikan di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Mereka (warga Syiah) sama halnya dipenjara atau orang sakit. Karena ini tugas KPU, sampaikan saja ke KPU. Kami hanya memfasilitasi saja. Dan kami siap kirimkan TPS ke sana,” katanya, Senin, 11 September 2017.
Sementara Ketua KPU Kabupaten Sampang, Syamsul Muarif mengaku akan memberikan hak yang sama kepada warga Syiah mengenai hak pilihnya. Menurutnya, status mereka tidak ada perbedaan karena warga Syiah juga menjadi bagian DPT pada Pilpres 2014 lalu.
“Para pemilih itu (warga Syiah) terpaksa harus berada di luar domisili Sampang karena ada faktor eksternal yakni bencana sosial. Dan kami akan memberikan hak yang sama selama memenuhi persyaratan sebagai pemilih. Tidak ada perbedaan berdasarkan latar belakang sosial maupun politik,” ujarnya.
Hanya saja, pihaknya masih belum melakukan tindak lanjut kajian lebih jauh mengenai potensi bahaya yang akan ditimbulkan apabila warga Syiah diharuskan ke Sampang.”Kami akan menyiapkan TPS untuk mempermudah memberikan hak pilihnya termasuk diantaranya warga Syiah. Tapi yang jelas kami masih belum masuk kepada adanya tekanan atau ancamannya,” paparnya. (MUHLIS/MK)