SUMENEP, koranmadura.com – Ratusan pelajar di SMA 1 Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar salat gaib dan doa bersama untuk para korban tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar, Rabu, 6 September 2017.
“Salat gaib dan doa bersama ini kami lakukan sebagai bentuk solidaritas kami kepada etnis Rohingya yang saat ini sedang menderita,” kata Kepala Sekolah SMA 1 Batuan, Salehuddin.
Saleh, sapaan akrab Kepala Sekolah SMA 1 Batuan, berharap salat gaib dan doa bersama yang dilakukan 520 siswanya dapat menggerakkan hati para pemangku kebijakan di Myanmar. Agar penderitaan etnis Rohingya segera berakhir.
Selebihnya, dia menilai bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar bukan merupakan konflik agama. “Tapi kejahatan atau pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oknum negara kepada rakyatnya yang kebetulan mayoritas umat Islam,” ujar dia, menjelaskan.
Sementara salah seorang pelajar, Putri Nur Fadhila mengaku prihatin terhadap tragedi yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. “Semoga mereka cepat terbebas dari penderitaannya,” katanya.
Seperti diketahui, tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar belakangan memang betul-betul menyita perhatian dunia. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah bertemu dengan State Counsellor, Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior U Min Aung Hlaing di Nay Pyi Daw. (FATHOL ALIF/MK)