PAMEKASAN, koranmadura.com – Kesalahan sekecil apa pun yang dilakukan publik figur selalu menjadi sorotan warganet. Kesalahan yang menuai respons ini dialami bakal calon bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rudy Susanto di akun facebook.
Hari ini, Sabtu, 16 September 2017, Rudy Susanto mengunggah foto dirinya sedang duduk dengan keterangan: “weekend, Rehat dulu, mendinginkan hiruk pikuk kontelasi pilitik.”
Warganet menyoroti kata “pilitik” yang semestimya ditulis politik.
“Naif, itulah bahasa sederhana yang harus saya sampaikan, ketika melihat state salah satu figur yang ikut andil dalam pergulatan pesta politik Pamekasan. Bagaimana bisa sesesorang yang terobsesi menjadi politisi, tapi tidak bisa menulis POLITIK dengan benar ???,” tulis akun Ach Hariyadi di kolom komentar akun Facebook Rudy Susanto.
Kritikan ini ditanggapi dengan candaan ” Naif itu salah satu group band ya…hehehe,” tulis Rudy Susanto.
Lalu, Rudy Susanto meminta diajarin cara menulis kata politik dengan benar.
“Menulis politik dgn bener (benar)…seperti apa ya…tlg ajarin ya…,” tulisnya.
Lantas Ach Hariyadi kembali menanggapi dengan kalimat yang cukup pedas.
“Bagaimana saya bisa mengajarkan, dilihat dari strata sosial bapak lebih di atas saya, heran saja figur kok statenya seperti itu ???,”
Tak lama dari tanggapan itu, Rudy Susanto merevisi caption dari kata pilitik menjadi politik.
Namun ada sebagian warganet yang membela Rudy Susanto.
“Hahaha ‘Heters’ abaikan aja, jangan dilayani buang buang energi. Ach Hariyadi. suka kejang kejang. Awas stroke loh pak,” tulis Sultan Badar.
Hingga detik ini, status Rudy Susanto ini telah disukai kurang lebih 100 dari netizen, dengan 62 komentar dan satu kali dibagikan.
Seperti diketahui, Rudy Susanto salah satu figur calon bupati Pamekasa yang telah resmi melamar PPP Pamekasan untuk dijadikan kendaraan politik di Pilkada 2018 mendatang.
Selain Rudy, Kholilurrahman dan Badrut Tamam turut mengharapkan rekomendasi dari partai berlambang kakbah tersebut. Dua politisi PKB ini juga malamar sebagai calon bupati partai berbasis Islam tersebut. (RIDWAN/MK)