SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak 12 ribu warga Kepulauan Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur, hidup di negeri rantau, salah satunya di Pulau Dewata, Bali.
Camat Raas Darussalam mengatakan meskipun biaya hidup di Bali lebih mahal daripada hidup di daerah kelahirannya sendiri, tetap saja tekad bulatnya tak bisa dipengaruhi. Bahkan pemerintah kecamatan setempat pun tak mampu membendung warganya minggat keluar daerah, karena kepergiannya untuk mencari penghidupan keluarganya.
“Sebagai laporan Pak Bupati, sebanyak 12 ribu warga Raas ini berada di luar kota di berbagai kota di Indonesia, utamanya di pulau Bali, karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa di di sini, disebabkan ketersediaan listrik,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Darussalam berharap Bupati Sumenep memberikan kebijakan tentang kelistrikan yang selama ini diidam-idamkan warganya.
Sementara Bupati A. Busyro Karim dalam sambutannya menyatakan bahwa aliran listrik di Pulau Raas sudah mulai dilakukan. “Hari ini sudah dilakukan survei oleh pihak PLN. Insya Allah, 2019 Raas sudah menikmati listrik,” ucapnya.
Selain itu, menurut Bupati dua periode ini, ke depan kepulauan akan menjadi prioritas program pemerintah daerah, utamanya dalam bidang kelistrikan dan infrastruktur. “Kita sudah menyampaikan kepada Menteri terkait, termasuk di bidang infrastruktur dan kelistrikan sekaligus proposalnya sudah kita sampaikan kepada Pak Menteri,” tandasnya. (MADANI/RAH)