SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 13 warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dinyatakan mengidap penyakit tuberkulosis (TB).
“Hingga akhir September 2017 ini ada 13 warga tercatat sebagai penderita TB,” kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Sumenep, Dwi Regnani.
Penyakit TB disebabkan basil mycobacterium tuberculosis, penyebarannya melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50 persen orang yang terinfeksi bisa meninggal.
“Penyakit TB ini tidak bisa dianggap reme, jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kematian,” katanya.
Sementara salah satu ciri terjangkitnya penyakit ini, biasanya penderita akan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh setelah dua pekan atau lebih.
Keadaan akan dapat semakin parah jika penderita juga mengalami demam dan meriang, batuk berdarah, nyeri dada, nafsu makan dan berat badan menurun serta berkeringat dimalam hari tanpa melakukan kegiatan. Bilamana ada warga yang menderita segera periksa ke layanan kesehatan.
“Apabila hasil pemeriksaan pasien positif, maka penderita diwajibkan meminum obat secara teratur sesuai resep tanpa terlewati hingga tuntas, jika tidak harus menjalani pengobatan lanjutan,” jelasnya.
Pengobatan bagi penderita TB melalui beberapa tahapan, fase awal penyembuhan pasien harus rutin minum obat kombinasi dosis tetap (OAT-KD) selama enam bulan. Jika itu gagal atau tidak diminum rutin selama itu, maka pengobatan akan gagal sehingga proses penyembuhan akan ditambah menjadi delapan bulan dan pengobatan dihitung mulai awal lagi. Jika tetap tidak teratur, masuk ke tahap ketiga diamana pasien setiap hari harus mendapat suntikan selama dua tahun. (JUNAIDI/FAIROZI)