Pembaca koranmadura.com, Presiden RI Joko Widodo dipastikan akan menghadiri PP Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu, 8 Oktober 2017. Selain itu, masih di Sumenep, Ope, warga Kolor, ditangkap polisi karena memiliki sabu-sabu. Di daerah ujung timur pulau Madura ini juga dilanda kekeringan. Bergeser ke Sampang, dalam 6 hari, di awal Oktober 2017, tiga tenaga kerja Indonesia asal Sampang meninggal dunia di negeri Malaysia. Berita selengkapnya, ikuti di koran kita.
Terlibat Kepemilikan Sabu, Opek Ditangkap Polisi. Taufik Rahman alias Opek (44), warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Sumenep. Pria yang bertempat tinggal di Perum Sumekar Asri Jl. Dr. Cipto Perum BTN Blok K 21 itu diamankan atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Klik di sini.
Presiden RI Akan Kunjungi Annuqayah. Peresmian Kampung Damai yang diinisiasi Wahid Foundation akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu, 8 Oktober 2017. Peresmian itu akan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi. Klik di sini.
Kekeringan di Sumenep Meluas, Kini 48 Desa Terdampak. Dampak kekeringan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus meluas. Setidaknya, ada 11 desa baru yang juga mengajukan droping air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Klik di sini.
6 Hari, Tiga TKI asal Sampang Meninggal di Negeri Jiran. Tenaga Kerja Indonesia di negeri seberang terus berjatuhan. Tapi anehnya, tak juga membuat rakyat Indonesi takut mengadu nasib di negeri orang. Kali ini, dalam 6 hari di bulan Oktober saja, tiga TKI dipulangkan tanpa nyawa ke Sampang, Madura, Jawa Timur. Klik di sini.