SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengajak santri, kiai, dan ulama bersatu membangun kabupaten yang berada di kabupaten ujung timur Pulau Madur ini.
Kata Busyro, mayoritas masyarakat Sumenep kaum sarungan dan hampir di setiap desa terdapat pondok pesatren atau tokoh agama.Saat ini jumlah pondok pesantren sekitar 334, sama jumlahnya dengan desa/kelurahan di Sumenep.
“Jadi tidak ada alasan antara santri dan ulama untuk tidak bersama-sama pemerintah guna memajukan kabupaten yang kita cintai ini,” katanya saat menghadiri malam puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Rabu malam, 25 Oktober 2017.
Bupati dua periode ini mengatakan, selama 748 tahun Sumenep selalu dipimpin dari kalangan ulama. “Selama 748 tahun, Sumenep ini dipimpin oleh 35 raja dan 15 bupati yang sekaligus tokoh agama, para kiai dan para ulama,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah itu.
Meskipun Sumenep selalu dipimpin oleh kaum sarungan, corak pemikirannya tidak kalah saing dengan daerah-daerah lain. Karena mereka mempunyai jiwa nasionalis yang tinggi.
“Dari kalangan politisi banyak yang ulama dan yang politisi. Ini tinggal bagaimana kita meramu ini semua untuk kemajuan bangsa dan Sumenep khsusnya,” tukasnya. (JUNAIDI/MK)