SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim terlihat murka saat melakukan sesi dialog bersama warga Kecamatan Kangayan dan Arjasa di pulau Saobi, dalam acara Safari Kepulauan hari ketiga, Selasa 3 Oktober 2017 lalu.
Murkanya Bupati tersebut disebabkan salah satu kelompok tani (Poktan) penerima bantuan tidak tahu nama kelompoknya ketika ditanya oleh Bupati saat diberikan.
“Tadi ada penerima bantuan, malah tidak tahu nama Poktannya, ini patut dicurigai, jangan-jangan kelompoknya fiktif,” kata mantan ketua DPRD dua periode ini dihadapan tamu undangan.
Untuk itu Bupati meminta seluruh OPD lebih ketat pada pangawasan utamanya saat realisasi program. “Awas… Jangan sampai dijual itu Handtraktor, dan kendaraan roda 3, hati-hati disini ada pak polisi dan kejaksaan,” tegasnya.
Setelah sesi dialog selesai dengan Bupati, Kepala Dispertahortbun langsung mengumpulkan bawahannya, ia tampaknya juga terlihat marah pada anak buahnya atas kejadian dalam forum tersebut.
Namun sayang, Bambang tak bisa memberikan keterangan ketika ditanya oleh para awak media. “Sudah, sudah, sudah saya brefing dan sudah saya bina mereka,” jelasnya singkat. (MADANI/FAIROZI)