SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumemep, Madura, Jawa Timur A. Busyro Karim terkesan menilai kinerja Kementrian Agama dalam membina pondok pesantren di Indonesia tidak maksimal.
“Kan tidak maksimal, coba apa, tidak maksimal sama sekali, pondok-pondok berjalan bukan karena kementrian agama, dari masyarakat,” katanya kepada media, Senin, 9 Oktober 2017.
Menurutnya, saat ini di Kabupaten Sumenep terdapat 334 Pondok Pesantren, sementara di Jawa Timur terdapat sekitar 6000 Pondok Pesantren.
Keberadaan Pondok Pesantren terkesan terabaikan karena tidak ada lembaga yang menangani secara maksimal. “Saya mengusulkan (pembentukan) Menteri Pondok Pesantren. Di Jawa Timur, kata Pak Karwo (Gubernur Jawa Timur) ada sekitar 6000 Pondok Pesantren,” tuturnya.
Usulan tersebut mengacu kepada penetapan hari santri oleh Presiden Joko Widodo. Penetapan hari santri itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
“Hari santri yang mengajukan kiai-kiai, adanya menteri Pondok Pesntren kan usulan kiai juga,” jelasnya.
Mantan Ketua DPRD dua periode itu mengatakan, usulan langsung disampaikan kepada Presiden RI saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Karimiyah, Braji, Ahad, 8 Oktober 2017 malam.
“Pastilah bilang di podium tadi malam itu, saya kalkulasi,” kata Busyro menirukan tanggapan Joko Widodo.
Bahkan Busyro mengklaim usulan yang dilontarkan mendapat tanggapan dari menteri terkait. “Saya sempat diminta nomor HP oleh menteri terkait, katanya khusus membahas usulan pembentukan itu,” tandasnya. (JUNAIDI/FAIROZI)