SAMPANG, koranmadura.com – Sekolah Menengan Pertama (SMP) Negeri 1 Sampang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 5 juta dari kegiatan Jum’at Amal. Dana tersebut akan diserahkan untuk etnis Rohingya melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU).
Penyerahan dana tersebut dari SMP Negeri 1 Sampang ke LPBINU setempat dilakukan Rabu, 18 Oktober 2017, di Sekretariat LPBINU PCNU di Jalan Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota.
Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 1 Sampang, Muhammad Wahyudi, mengatakan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama umat manusia , terlebih umat Islam di Myanmar.
“Kegiatan sosial ini dilaksanakan oleh OSIS, dan kami sengaja membawanya untuk menyerahkan sendiri kepada pihak penyalur bantuan. Dan kegiatan agar siswa tahu kalau di luar sana masih banyak yang membutuhkan. Dan milik mereka ada hak orang lain,” ucapnya saat menyerahkan bantuan.
Sementara Ketua OSIS SMPN 1 Sampang, Danar Ikram Tirta Kusuma mengatakan, kegiataan peduli Rohingya mendapat respons positif dari siswa. Banyak siswa yang ikut terlibat menyisihkan uang jajannya bagi saudara muslim Rohingya.
“Alhamdulillah direspons positif, teman-teman kami banyak yang peduli dan menyisihkan uangnya untuk membantu meringankan beban muslim Rohingya,” ujar.
Menanggapi hal itu, Ketua LPBINU Sampang, Mohammad Hasan Jailani, mengucapkan banyak terima kasih. Pihaknya akan segera menyampaikan amanah tersebut ke LPBINU pusat. “Terima kasih banyak, adik – adik. Sampaikan salam kami kepada keluarga besar SMPN 1 Sampang, para guru dan juga orang tua. Segera donasi ini akan kami kirim ke LPBINU pusat, Jakarta,” tuturnya.
“Sampai hari ini tim relawan LPBINU pusat masih berada di Myanmar, donasi ini akan membantu meringankan penderitaan saudara kita ummat muslim Rohingya,” ambuh pria yang akrab dipanggil Mamak.
Sebelumnya, lanjut Mamak, LPBINU Sampang telah mengirimkan donasi sebesar Rp. 4.775.000. dari para pengurus NU dan ulama serta warga Nahdliyin. Dan selanjutnya donasi sebesar Rp. 8.050.000 dari para santri Pesantren Al Ihsan dan Muslimat NU Desa Jrangoan.
“Kami masih membuka pintu posko peduli Rohingya, apabila ada masyarakat yang ingin berbagi dengan muslim Rohingya, bisa melalui LPBINU Sampang,” tuturnya. (MUHLIS/MK)