SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak delapan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga kini belum terakredikasi. Sumber daya manusian (SDM) jadi salah satu kendalanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, A. Fatoni mengungkapkan, jumlah puskesmas di daerahnya ialah 30. “Dari 30 puskesmas itu, yang belum terakreditasi tinggal delapan,” ujarnya.
Delapan puskesmas belum terakreditasi itu ditargetkan selesai tahun depan. Itu jika beberapa kendala yang dihadapi sudah bisa diselesaikan.
Sebenarnya, lanjut Fatoni, kendala yang dihadapi pihaknya berkaitan dengan akreditasi puskesmas tidak terlalu sulit. Salah satunya kebutuhan SDM sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75.
“Tidak ada kendala yang betul-betul sulit. Semua bisa diatasi. Cuma kendala-kendala kecil. Seperti SDM, tidak lengkap seperti diatur dalam Permenkes 75. Misalnya tenaga promosi tertentu dan lain-lain,” ujarnya.
Mengenai tenaga dokter, menurut Fatoni, pihaknya menginginkan masing-masing puskesmas memiliki tiga dokter. “Tapi rata-rata sekarang masih ada dua,” pungkasnya. FATHOL ALIF/MK