PAMEKASAN, koranmadura.com – Persepam MU dipaksa tanpa pelatih ketika mengarungi babak playoff Liga 2 di Stadion Manahan Solo. Sang Arsitek tim berjuluk Sape Ngamok Suwandi HS mengikuti kursus kepelatihan lisensi B AFC yang digelar di Jakarta, mulai 9 Oktober hingga 20 Oktober mendatang.
Manajer Persepam MU, Nadi Mulyadi mengatakan manajemen terpaksa memberikan izin kepada sang pelatih karena untuk mendapatkan kursus kepelatihan lisensi B AFC sangat sulit.
“Memang cukup berat, tapi ini soal kemanusiaan saja. Sebab, kesempatan untuk mengikuti kursus itu sulit,” kata Nadi Mulyadi, seperti dilansir akun Facebook Persepam MU (Persepam Pamekasan), Senin, 9 Oktober 2017.
Meski demikian, semangat tim asal Pamekasan ini tidak surut. Buktinya, program latihan yang telah dirumuskan tetap berjalan seperti biasanya.
“Program latihan yang telah disusun oleh coach Suwandi masih akan berjalan, tapi pada intinya kami saling mendukung,” ungkapnya.
Dikatakan Nadi sapaan akrab Nadi Mulyadi, Suwandi menitipkan permohonan maaf kepada suporter Persepam MU serta menitipkan pesan kepada suporter agar selalu mendukung Persepam MU.
“Matur nuwun buat kawan-kawan suporter untuk semua dukungannya selama ini, dan mohon maaf, mungkin saya tak lama di Persepam, namun saya tetap akan menjalin komunikasi baik, yang terpenting lagi jangan pernah lelah dukung Persepam dalam kondisi senang maupun susah, karena sepak bola bukan hanya berbicara menang saja,” ucap Suwandi yang ditirukan oleh Nadi. (RIDWAN/FAIROZI)