SUMENEP, koranmadura.com – Jelang akhir tahun, Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan untuk SD dan SMP di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang tersalurkan baru sekitar 60 persen.
“Untuk DAK SD-SMP sudah kami salurkan. Sekitar 60 persen dari total dana yang tersedia. Dari sekitar 23 miliar, sekitar 13 miliar yang sudah digelontorkan,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan.
Sisanya, lanjut Iksan, masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat. Iksan berharap, ada kebijakan dari pemerintah pusat kepada lembaga-lembaga yang diusulkan melalui PAK.
“Kepana diusulkan melalui PAK, karena pada saat kami mengajukan by name by adress, beberapa sekolah ternyata ada yang sudah mendapat bantuan dari pemerintah pusat,” kata Iksan, menjalaskan.
Sesuai aturan, sambungnya, sekolah yang sudah mendapat bantuan dari pusat, tidak bisa mendapat bantuan dari daerah. Sehingga, harus dihapus atau diganti sekolah lain yang penetapannya melalui PAK.
“Alhamdulillah PAK sudah selesai. Saya berharap transfer dari pusat bisa segera dilaksakanakan. Kalau sudah, akan langsung kami proses agar bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya. FATHOL ALIF