SUMENEP, koranmadura.com – Pendistribusian kartu tani untuk wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga kini belum dilakukan. Sehingga di tahun 2017, petani di kepulauan masih menggunakan cara manual untuk mendapat pupuk bersubsidi.
“Kepulauan masih terkendala masalah listrik. Jadi tahun ini di kepulauan masih menggunakan cara manual. Tapi itu bukan berarti kami membeda-bedakan,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pagang Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Sumenep, Bambang Heriyanto.
Sementara di daratan, dia mengklaim pendistribusian kartu tani kepada petani yang telah tergabung dengan kelompok tani sudah selesai. Pendistribusiannya tidak melalui kelompok tani, tapi langsung kepada petani.
Sesuai data, Bambang mengungkapkan jumlah petani yang sudah tergabung dalam kelompok di kabupaten paling timur Pulau Madura sebanyak 96.908 orang.
Petani yang belum tergabung dalam kelompok, diminta secepatnya bergabung. Agar bisa mendapat kartu tani sebagai syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Paling lambat sampai 30 November.
“Kalau ingin mendapatkan kartu tani untuk mendapat pupuk bersubsidi, segera bergabung dengan kelompok tani. Jika sudah tidak bisa, segera bentuk kelompok tani. Hanya butuh waktu tiga hari,” kata Bambang.
Dia mengakui, penerapan kartu tani di daerahnya masih banyak kendala. Sebab ini merupakan program baru. “Makanya kami meminta kepada penyuluh agar melakukan sosialisasi kepada petani,” sambungnya. (FATHOL ALIF/BETH)