SUMENEP, koranmadura.com – Anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Badrul Aini mengatakan setiap tahun sebagian wilayah kepulauan ditimpa bencana krisis air bersih. Karena itu, pemerintah daerah perlu menyediakan perahu tandon guna mempercepat pendistribusian air bersih antar pulau.
Politisi PBB asal Pulau Kangean itu menjelaskan kadang-kadang pendistribusian air menggunakan perahu biasa. “Sehingga terkadang tidak maksimal. Makanya, perlu ada perahu tandon,” jelasnya.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi. Menurutnya, salah satu upaya, pihaknya telah mengusulkan bantuan perahu tandon kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Siapa tahu 2018 ini usulan kami bisa terakomodir,” katanya.
Dia katakan, sumber mata air untuk memasak dan minum tidak ada. Kondisi tersebut dikeluhkan warga terdampak. Di antaranya, lanjut mantan Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), warga Pulau Kecil yang jauh seperti Saur Saebus, Sakala Kecamatan Sapaken, Bungin Nyarat Desa Saseel Kecamatan Kangayan, termasuk wilayah Kecamatan Raas.
“Warga di Pulau tersebut harus mengambil air bersih ke pulau lain yang memiliki sumber air, sehingga Pemkab perlu menfasilitasi ke Pemprov Jatim guna mendapat bantuan perahu tandon agar proses distribusinya lebih mudah,” ucapnya.
Selama ini, untuk membangun sarana air bersih berupa pengeboran atau pipanisasi di pulau-pulau kecil dinilai sulit dilakukan, sebab membutuhkan biaya yang cukup besar. “Sehingga untuk program SPAM (Pembangunan sistem penyediaan air minum) hanya dilakukan di wilayah kering langka, yakni di kecamatan Nonggunong dan Gayam Kecamatan Pulau Sapudi,” tegasnya. (JUNAIDI/RAH)