SUMENEP, koranmadura.com – Memasuki musim penghujan tahun 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih melakukan dropping air bersih ke sejumlah desa yang rentan kekeringan.
“Ada 57 desa yang alami kekeringan hingga kini masih membutuhkan dropping air bersih,”kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Readi.
Berdasarkan data BPBD tercatat 37 desa mengalami kekurangan air bersih setiap tahun, tahun 2017 bertambah 20 desa, diantaranya alami kekeringan kritis dan sebagian kering langka.
Daerah masuk kategori kering kritis apabila jumlah ketersediaan air di suatu desa kurang dari 10 liter per orang per hari. Kemudian jarak sumber air bersih lebih dari 3 km. Sedangkan sebuah daerah dikategorikan Kering langka apabila jumlah ketersediaan air di suatu desa berkisar 10-30 liter per org per hari, dan jarak ke sumber air bersih kurang dari 3 km.
“Kami terus melakukan dropping air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dropping air bersih kami lakukan hingga awal Nopember nanti,” tegasnya. (JUNAIDI/MK)