SAMPANG, koranmadura.com – Aktivitas pengeboran Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) di lepas pantai Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, didemo sejumlah nelayan pesisir Camplong, Sampang, Kamis, 19 Oktober 2017. Mereka datang dari Desa Dharma Camplong, Taddan, Banjar Talela, Tambaan, Tanjung, dan Sejati.
HCML mengeksploitasi migas dengan produksi puncak lapangan BD sebesar 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 7.000 barel kondensat per hari. Selain itu, eksploitasi migas tersebut untuk penyaluran gas ke PT PGN (Persero), mulai 26 Juli 2017. Gas tersebut oleh PGN dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan industri di Jawa Timur. Saat ini penyerapan gas berkisar 30-40 MMSCFD dan kondensat sebesar 3.000 barel per hari.
“Massa berjumlah 6 ribu orang. Tidak tahu saat di lapangan. Saya mendapat kabar memang ada puluhan kapal nelayan yang aksi demo menuju tengah laut lokasi pengeboran HCML. Sebelum melakukan aksi demo, saya pernah dimintai tanda tangan hanya sebatas mengetahui,” ujar Taufik.
Menurut Camat Camplong itu, mereka menuntut pihak HCML agar desa-desa mereka dimasuk sebagai daerah terdampak eksploitasi migas tersebut. Suratnya dilayangkan langsung ke pihak HCML dan tembusan Bupati Sampang. “Intinya meraka menyampaikan aspirasi kepada pihak HCML,” tuturnya.

Tuntutan mereka ditanggapi Humas HCML, Hamim Tohari. Dia menyatakan amdal pengembangan lapangan BD sudah disetujui dan disahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup pada 2011 lalu. Daerah yang dinyatakan terdampak oleh dokumen tersebut adalah Desa Pulau Mandangin, bukan daerah di Desa Camplong.
“Jadi, untuk enam desa pesisir Camplong, kami akomodasi dengan pemberian bantuan program-program sosial, seperti Agustusan dan lainnya. Untuk tuntutan demo hari ini, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang untuk mencari jalan keluar terbaik,” tandasnya.
(MUHLIS/RAH)