SAMPANG, koranmadura.com – Keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Sampang untuk menangani hilangnya aset daerah sebesar Rp650 miliar kembali dipertanyakan.
Pasalnya, pasca didesak dan didemo beberapa waktu lalu agar segera direncanakan penelusuran ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini mulai menjadi buram.
“Kami hanya menyampaikan bahwa kehilangan aset sebesar Rp650 miliar sebagaimana temuan BPK RI perwakilan jatim agar ditindaklanjuti oleh Pemkab. Tapi nyatanya, sampai sekarang kami sendiri tidak tau sampai sejauh mana keseriusan Pemkab menyelesaikannya,” ujar Sekjen Jaringan Kawal Jawa Timur, Tamsul kepada koranmadura.com, Kamis, 5 Oktober 2017.
Tamsul menilai pemkab hanya obral janji, karena tidak ada perkembangan nyata. Pihaknya membeberkan jika ada seorang pegawai yang hingga sekarang belum menyelesaikan tanggungannya. “Tong kosong nyaring bunyinya, itulah kondisi pemkab saat ini. Tidak action nyata. Karena data yang kami kantongi ada pegawai sampai sekarang belum ditindaklanjuti,” tegasnya.
Terpisah, Bupati Sampang, Fadhilah Budiono saat dikonfirmasi menepis tuduhan bahwa pihaknya tidak menangani dugaan kehilangan aset daerah yang mencapai hingga Rp650 miliar. Sejauh ini pihaknya telah memerintahkan Inspektorat dan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BP2KAD) setempat untuk menelusuri ke semua OPD.
“Sudah dilakukan penelusuran, bahkan ada sebagian dokumen sudah ditemukan. Tapi memang proses penelusuran sampai sekarang masih belum selesai semuanya. Untuk teknisnya saya belum paham. Tapi yang jelas Inspektorat dan BP2KAD sudah melakukan penelusuran,” katanya.
Namun disisi lain pihaknya mengaku kasulitan untuk menemukan semua aset-aset yang hilang tersebut. “Untuk data-data itu kayaknya sulit untuk ditemukan semuanya,” pungkasnya. (MUHLIS/FAIROZI)