SAMPANG, koranmadura.com – Pekerjaan mega proyek di Sampang, Madura, Jawa Timur, terkesan lelet. Padahal sisa masa kontrak sudah tinggal 2,5 bulan lagi. Tepatnya akhir Desember 2017. Keadaan ini membuat para kontraktor tidak bisa bersantai-santai lagi.
Project Manager PT Ganesa Jaya Erwin Suharto menyatakan di beberapa titik pengerjaan proyek tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. “Kalau kami, hampir dua bulan lalu, kami garap mulai pengerukan dan pemancangan hingga sekarang sekilas kasat mata pengerjaan kami progresnya 25 persen,” tutur Erwin Suharto, Sabtu, 14 Oktober 2017.
Menurut pria asal Surabaya ini, pihaknya melakukan pengerjaan Pembangunan Instalasi Pompa Banjir Sungai Kali Kamoning (Pompa Dag Bukor) di titik Desa Panggung. Secara teknis penanganannya berbeda dengan beberapa titik mega proyek di Sungai kali Kamoning lainnya.
“Makanya, kami segerakan penyelesaian bagian pengecoran pondasi dan pemancangannya agar nanti segera dibangun dinding penahannya. Khawatir nanti cuaca alam tidak bersahabat karena informasi BMKG ada perubahan cuaca pada November mendatang. Ya, tidak tahu kalau kondisi pengerjaan tempat lainnya,” paparnya.
Lebih jauh Erwin menjelaskan, pengerukan untuk pondasi yaitu sedalam 8 dengan lebar 20 meter mengikuti lebar sungai. Sedangkan untuk ukuran rumah pompa yaitu 17×4 meter.
“Nanti pompanya ada 5 unit dengan rincian 4 pompa drainase dan 1 unit pompa lumpur (Sludge). Sedangkan untuk pembangunan dinding penahan yaitu sebanyak 4 titik dari beton bertulang untuk penahan air dari dalam dan luar sungai beserta jembatan antar serta Knopi,” ujarnya.
Di Sampang terdapat beberapa mega proyek untuk penanggulangan bencana banjir. Di antaranya, pembangunan instalasi pompa banjir sungai Kali Kamoning di jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar (pompa pandian) yang dikerjakan oleh PT Indo Penta Bumi Permai dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar 650 juta lebih.
Pembangunan instalasi pompa sungai Kali Kamoning, jalan Bahagia, Kelurahan Rongtengah (pompa jrangon) dan di kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah (pompa kajuk) oleh PT Indopenta Bumi Permai dengan nilai kontrak mencapai Rp 13 miliar 999 juta lebih.
Kemudian pembangunan instalasi pompa banjir sungai Kali Kamoning di Desa Panggung, Kecamatan Kota (pompa dag bukor) oleh PT. Ganesha Jaya dengan kontrak senilai Rp 18 miliar 669 juta lebih. Ada lagi pembangunan instalasi pompa banjir sungai Kamoning di jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang (pompa jagalan) oleh PT. Gala Karya dengan nilai kontrak sebesar Rp 7 miliar 936 juta lebih. Terakhir supervisi konstruksi pembangunan instalasi banjir sungai Kali Kamuning (pengawasan) oleh PT Mitra Cipta Engineering consultant dengan nilai kontrak sebesar Rp 642 juta lebih.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Anang Joenaidi belum bisa dikonfirmasi mengenai prakira cuaca di wilayahnya.(MUHLIS/RAH)