SUMENEP, koranmadura.com – Hingga awal Oktober 2017 target produksi garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum memenuhi target.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Sumenep, hasil produksi hingga pekan pertama bulan Oktober 2017 mencapai 93.890 ton. Sementara, target produksi garam pada tahun ini sebanyak 125 ribu ton.
“Akhir bulan September baru mencapai 47 ribu ton, tapi hingga pekan pertama di bulan Oktober ini produksi garam rakyat sudah mencapai 93.890 ton lebih,” kata Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Arif Rusdi, Jum’at, 6 Oktober 2017.
Hasil produksi itu merupakan hasil produksi di 2.068 hektar tambak garam. Lahan itu menyebar di tiga kecamatan, diantaranya Kecamatan Kalianget, Gapura, dan Saronggi.
Dikatakan, salah satu faktor minimnya produksi itu karena terjadi anomali cuaca. Awal musim kemarau terjadi hujan meskipun intensitasnya kecil. Sehingga produksi garam hanya 850 ton di awal Juli 2017.
“Produksi garam rakyat baru mulai normal pada pertengahan Agustus kemarin, hasilnya lumayan bisa mencapai 24 ribu ton lebih,” jelasnya.
Kendati demikian melihat cuaca sejak beberapa bulan terakhir, kata Syaiful optimis bisa mencapai target produksi sesuai yang ditetapkan pemerintah.
“Semoga cuaca terus membaik sehingga pada akhir musim, produksi garam rakyat mencapai target,” tandasnya. (JUNAIDI/FAIROZI)