SUMENEP, koranmadura.com – Sejak 2014 sedikitnya ada enam pulau di Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah mendapat pasokan listrik lumayan memadai. Masing-masing Pulau Goa-Goa, Komirean, Tonduk, Talango Aeng, Talango Tengah, dan Kalosot.
Pasokan listrik ke sejumlah pulau tersebut berasal dari genset-genset dan jaringan listrik yang dibangun oleh perusahaan pengeboran minyak, PT. Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui program Corporate Social Responsbilty (CSR)-nya.
Public Goverment and Affair KEI, Kampoi Naibaho mengatakan program tersebut mula-mula direalisasikan di Pulau Goa-Goa pada 2014. “Waktu itu di pulau tersebut ada 1.467 KK (kepala keluarga) dengan 4 ribuan jiwa. Kami realisasikan pengadaan dua genset yang kapasitasnya masing-masing 75 KVA,” kata Kampoi, di Pulau Tonduk, Sabtu, 14 Oktober 2014.
Setelah itu, pada 2015 berturut-turut KEI juga merealisasikan program serupa di Pulau Komirean, Pulau Tonduk, dan Pulau Kalosot. “Namun yang paling besar adalah di Pulau Tonduk, sebab saat itu jumlah KK yang ada di pulau ini mencapai 1.476 KK. Kami datangkan dua genset silent dengan kapasitas masing-masing 130 KVA,” ujarnya.
Selanjutnya masih pada 2015, KEI juga merealisasikan program kelistrikan di Pulau Talango Tengah dan Pulau Talango Aeng. Di pulau Talango Aeng menggunakan 3 genset dengan kapasitas masing-masing 28 KVA dan di Talango Tengah menggunakan 2 genset dengan kapasitas masing-masing 31 dan 35 KVA.
Terakhir pada 2016, KEI merealisasikan program kelistrikan di Pulau Raas. Hingga saat ini program ini sedang dalam proses pengerjaan. Menurut data koranmadura.com yang diperoleh dari SKK Migas-KEI, nilai proyek ini mencapai Rp 2,3 miliar lebih.
“Yang menarik dari semua realisasi program CSR ini tidak ada yang dikontrakkan ke pihak ketiga. Semuanya kami yang lakukan bersama kelompok masyarakat di pulau-pulau tersebut. Sejak dari pengiriman mesin genset yang begitu besar itu hingga pemasangan kabelnya ke rumah-rumah warga,” ungkap pria asli Pulau Samosir, Sumatra Utara itu.
Menurutnya, setelah proses serah terima, pengelolaan dan pemeliharaan genset di enam pulau tersebut diserahkan sepenuhnya kepada kelompok masyarakat setempat. “Kita hanya bantu mendatangkan teknisi atau pemesanan spare part saat ada kerusakan pada genset. Itu pun uangnya dari mereka. Yakni dari hasil pengelolaan yang mereka lakukan,” lanjutnya.
Sementara wakil ketua kelompok masyarakat pengelola genset di Pulau Kalosot, Handoko mengatakan selama 2 tahun terakhir kebutuhan listrik di pulaunya sudah terpenuhi dengan baik. “Tapi hanya untuk lampu dan televisi saja, Mas. Kalau AC tidak kami izinkan. Sebab bila ada satu atau dua orang yang kami izinkan, maka yang lain pasti juga akan pasang, padahal kemampuan gensetnya terbatas,” ujarnya saat koranmadura.com berkunjung ke tempat genset tersebut dioperasikan.
Ia mengaku sangat bersyukur dengan program kelistrikan KEI. Ia berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengelola, mengoperasikan, dan merawatnya dengan baik. (BETH/RAH)